Update Suku Bunga KPR Bank BTN & Bank Lain

Update Suku Bunga KPR 2016

Berikut Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) KPR beberapa Bank berdasarkan Data Bank Indonesia sampai Januari 2017 :

 

  • Bank BTN (Persero) = 10,45 %
  • Bank Mandiri = 10,25 %
  • Bank BRI = 10,25 %
  • Bank BCA = 10,05 %
  • Bank BNI = 10,50 %
  • Bank CIMB Niaga = 10,50 %
  • Bank Permata = 11,25 %
  • PAN Indonesia Bank = 11,62 %
  • Bank Danamon = 11,00 %
  • Bank BII = 9,75 %
  • Bank OCBC NISP = 12,50 %
  • Hongkong and Shanghai Bank = 10,05 %
  • Bank UOB Indonesia = 11,50 %
  • Bank Bukopin = 12,16 %
  • Standard Chartered Bank = 10,60 %
  • Bank DBS Indonesia = 9,99 %
  • Bank Mega = 14,00 %
  • Bank Jatim = 9,55 %
  • Bank ICBC Indonesia = 8,98 %
  • ANZ Panin Bank = 12,00 %
  • Bank Mayapada International = 11,94 %
  • Bank Artha Graha International = 13,43%
  • Bank Commonwealth = 12,50 %
  • Bank Kesawan = 15,00 %
  • Bank VICTORIA International = 12.25 %
  • Bank Capital Indonesia = 13,48 %
  • Bank Windu Kentjana International = 11,43 %
  • Bank ICB Bumiputera = 13,10 %
  • Bank Bumi Artha = 16,40 %
  • Bank Maspion Indonesia = 11,42 %

Daftar Suku Bunga diatas bisa dijadikan Patokan untuk menghitung besar Angsuran perbulan yang sebenarnya.

Jika Anda akan membeli Rumah dengan fasilitas KPR anda harus Cermat dan Teliti, Ada beberapa Hal Penting yang harus Anda tanyakan ke Pihak Marketing Perumahan, diantaranya adalah :

  1. Tanyakan berapa Total Uang Muka, Biaya Realisasi KPR, IMB, Pajak Jual Beli (BPHTB), BBN, SHM, AJB, Listrik, Booking Fee & Biaya lain-lain yang harus dibayar didepan.
    .
  2. Tanyakan Angsuran perbulannya menggunakan Suku Bunga berapa Persen dan memakai Bank apa, agar tidak tertipu & terjebak dengan Angsuran Bunga Promo dan Daftar Harga yang tidak Valid atau Ngawur, Anda bisa memakai Patokan Daftar Suku Bunga KPR diatas.
    .
  3. Jika sudah mengetahui KPR-nya memakai Bank apa dan menggunakan Suku Bunga SBDK berapa persen (lihat Daftar Suku Bunga KPR diatas), Anda bisa menghitung sendiri menggunakan “KALKULATOR SIMULASI KPR disini”

Contoh beberapa bank yang menawarkan Promo Bunga Murah Fixed 1 – 5 tahun diantaranya :

  • Bank BTN = 8.75% fixed 1 tahun ,  9% fixed 2 tahun , 9,5% fixed 3 tahun , dan 10,25% fixed 5 tahun.
  • Bank Jatim = 9,75% fixed 1 tahun.
  • Bank BCA = 8,5% fixed 2 tahun , dan 9,5% fixed 4 tahun.
  • Bank Mandiri = Mulai 8,75% fixed 2 tahun.
  • Bank BNI = mulai 8,5% fixed 2 tahun.
  • CIMB Niaga = mulai 8,5% fixed 1 tahun , dan 9,5% fixed 3 tahun.
  • Bank HSBC = mulai 8,5% fixed 1 tahun , dan 9% fixed 2 tahun.
Perhatikan suku bunga dasarnya (SBDK), jangan melihat suku bunga Promonya … !!! , Karena setelah masa Promo selesai, Bank akan menyesuaikan Bunga dengan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

Contoh Perhitungan :

Misalkan Bank BTN dengan Asumsi SBDK 10,45%

Suku Bunga Dasar (SBDK) Bank BTN = 10,45%
Suku Bunga Promo = 9.75% fixed selama 1 thn.

Suku Bunga sebenarnya adalah 10.45%, tapi selama 12 bulan pertama anda hanya dikenai Suku Bunga 9.75%. Jadi ada 0.70% yang dibebaskan selama 12 bln, hitungannya adalah =

0.70% x 12 bln = 8.40%

Jadi Anda mendapatkan Subsidi Suku Bunga sebesar 8.40%, Harap diingat ini bukan Diskon, tapi 8.40% tersebut akan ditambahkan ke Angsuran tahun berikutnya.

  1. Bisa jadi 0.70% tersebut langsung ditambahkan di Angsuran Tahun ke 2, hitungannya adalah =   SBDK 10.45% + 0.70% = 11.15% ,   Jadi Angsuran Tahun ke 2 menjadi = 11.15% fixed selama 12 bln, dan pada Angsuran Tahun ke 3 dan seterusnya kembali ke Suku Bunga Dasar = 10.45%.
    .
  2. Atau 8.40% tersebut dibagi rata sampai Angsuran selesai selama 14 thn lagi, Hitungannya =   8.40% : 168 bln (14 thn) = 0.05%
    SBDK 10.45% + 0.05% = 10.50% ,   Jadi Angsuran Tahun ke 2 dan seterusnya menjadi = 10.50%.
    .
  3. Atau 8,40% tersebut benar – benar Subsidi Gratis karena ada Program Resmi dari Pemerintah yang sedang dilaksanakan oleh Bank – Bank milik Negara.

Perlu diingat bahwa Suku Bunga Dasar Kredit setiap Bank tiap bulannya bisa berubah-ubah sesuai kondisi Pasar dan kebijakan dari Bank Indonesia.

Perhitungan diatas hanyalah Hitungan Dasar. Pembulatan Angka, Biaya Operasional, Tingkat Resiko Nasabah dan biaya-biaya lain dari bank akan mempengaruhi besarnya nilai Suku Bunga.

Jadi kenapa bisa ada Promo Suku Bunga Rendah dengan fixed selama 1 tahun atau 2 tahun pertama, itu karena ada Subsidi Suku Bunga yang akan ditambahkan di tahun setelahnya. Jadi intinya, “semakin rendah dan lama suku bunga Promo yang ditawarkan, akan semakin besar tambahan persentase untuk suku bunga di tahun selanjutnya”.

Jangan mudah terpancing dengan Suku Bunga Promo, Anda harus mengacu pada Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), dan hitunglah sendiri besar Angsuran perbulan menggunakan “KALKULATOR SIMULASI KPR 2016”.

Semua Perhitungan diatas tidak berlaku jika memang ada Program Subsidi Bunga dari Pemerintah yang Resmi dilaksanakan oleh Bank – bank milik Negara seperti Bank BTN.


Update Suku Bunga Dasar Kredit SBDK KPR Bank Indonesia 2016